Gunung Ceremai

Ini cerita singkat pada waktu Kukurusuk Adventure naik ke gunung Ceremai lewat jalur Apuy Majalengka.

Pada waktu itu berangkat dari Karawang hari jum’at malam nginap di rumah kang Agus satra photograper KA di daerah Munjul ,esok harinya sekitar 15 orang RIMBUN (Riung mungpulung barudak munjul) yang merupakan salah satu komunitas pencinta alam Majalengka ikut gabung bersama kami ,dari rumah kang agus kami berangkat menuju desa apuy dengan menggunakan kendaraan bak terbuka yang biasa menarik sayuran dari Apuy ke Majalengka kota dengan biaya Rp 10000/orang itu dulu tahun 2012 gak tahu sekarang berapa,setelah 30’ perjalanan yang menebarkan,kenapa menebarkan anda bisa coba sendiri langsung kesana,singkat cerita sampailah di Basecamp pendaftaran,disini kami melakukan regestrasi resmi dengan melampirkan fotocopy KTP dan nomor HP dan biaya masuk sebesar Rp 10000,karena gunung ceremai telah menjadi taman nasional yang di kelola oleh birokrasi setempat disini pula tersedia air bersih untuk bekal kepuncak dan turun karena kami khawatir di sana tidak menemukan sumber air.

????????????????????????????????????

Dari basecamp pendaptaran sekitar pkl 10:00 perjalanan di lanjutkan menuju pos 1 yaitu pos Berod dengan medan jalan berbatu yang semakin lama semakin menajak melewati perkampungan dan perkebunan warga perjalan ini menempuh waktu sekitar 45’,sebenarnya perjalanan dari basecamp menuju pos 1 bisa memakai kendaran tapi kami lebih memilih berjalan kaki .

7 nhub

Dari pos Berod ini perjalanan di lanjutkan ke pos 2 yaitu pos Arban mulai melewati jalan setapak dengan semak – semak di samping kiri kanan serta terlihat beberapa pohon pinus yang sengaja di tanam pengelola TNGC setelah menempuh waktu sekitar 30’ kami sampai di pos Arban ketinggian sekitar 1.654 mpdl,disini kami istirahat sejenak untuk makan siang dan shalat zduhur,setelah itu perjalanan dilanjutkan lagi menuju pos 3 yaitu pos Tegal massawa.111

Perjalanan menuju pos 3 Tegal massawadengan ketinggian sekitar 2.156 mdpl medan mulai di penuhi vegetasi yang banyak di dominasi oleh jenis tumbuhan seperti pohon Jamuju, Kigaulan, dan Kisalam yang sudah berukuran besar sehingga sepanjang perjalanan kami terlindungi oleh rindangnya pohon – pohon tersebut dari sengatan panasnya mentari akan tetapi akar – akar pohonya yang menjalar ke jalanan menghambat prjalanan kami menuju puncak ,disini kami melihat segerombolan burung yang berwarna – warni seukuran burung kenari terbang kesana kemari dan bertengger dari satu ranting pohon ke pohon lainya sambil berkicauan ,sungguh pemandangan yang langka bagi kami yang tinggal di perkotaan,setelah puas menikmati panorama tersebut dan setelah menempuh waktu sekitar 60’ perjalan kami lanjutkan lagi ke pos 4 yaitu pos Tegal jamuju 2.321 mdpl.

yuiiv

Perjalan menuju Tegal jamuju medan dan vegetasinya masih sama seperti pos Tegal massawa dan kami tempuh sekitar 45’,selanjutnya perjalan di lanjuk ke pos 5 yaitu pos Sanghyang Rangkahdengan ketinggian sekitar 2.561 mdpl dari sini kami kembali beristirat ,shoalat ashar dan mengisi amunisi sebagi energi menuju puncak, setelah beristirat perjalanan di lanjutkan kembali menuju pos 6 yaitu Gua Walet dengan ketinggian 2.948 mpdl,dari pos ini vegetasi mulai berubah didominasi jenis Cereme, Pelending, dan Edelweiss, dalam perjalanan menuju Pos 6 atau Goa Walet kita akan bertemu dengan perigaan yang mempertemukan jalur Apuy dengan jalur Palutungan waktu tempuh dari pos 5 sampai pos 6 Goa Walet yakni sekitar 120’.

nhuvJalur menuju pos 6 Goa Walet ini kami rasa sebagai jalur terberat dan dii pos Goa Walet inilah menjadi pos fovarit para pendaki untuk mendirikan tenda, karna bisa muat banyak tenda termasuk kami,tetapi untuk berada di area tersebut harus turun sekitar 20 m ke arah kiri jalur utama,satu hal yang menarik ketika melewati jalur 5 sampai puncak yaitu adanya beberapa ekor burung anis hutan yang terlihat jinak memandu kami menuju arah gua walet ,kami sampai di pos ini sekitar pkl 17:25 temperatur di termometer menujukan suhu 4°C waduuu…h dinginya suhu tubuh kami belum beradaptasi dengan suhu sebesar itu karena saking dinginya tendapun hanya 1 yang sempat di didrikan dari 4 tenda yang ada ,yang idak kebagian tempat di tenda terpaksa tidur di luar dengan memakai pakaian berlapis jaket,jas hujan dan sleeping bag dan apapun yang dapat menahan dinginya udara ,walaupun lokasi ini tertutup oleh bebatuan goa dan pepohonan yang menghalangi angin gunung atau badai.

Goa Walet

Di pos Goa Walet ini kami bermalam untuk di pagi harinya mereka summit attack (mendaki menuju puncak untuk mengejar sunrise dan mengelilingi puncaknya),gemuruh suara pohon edelweiss terterpa angin seperti gemuruh ombak di laut,suara lolongan anjing hutan dan taburan bintang di langit sedikit melupakan rasa dinginya udara yang kami rasakan. Di pagi hari sekitar pkl 06:00 tiba waktunya untuk perjalanan terakhir ke puncak,perjalan ini merupakan perjalanan terberat yang harus di lalui medan yang semakin terjal ,curam di dominasi oleh bebatuan dengan pohon – pohon perdunya dan edelweissnya ,di tambah lagi debu yang berterbangan menghambat perjalanan.

8 kj

Rasa lelah setelah melewati bebatuan terjal,debu yng menggangu perjalanan dan tanjakan yang super ekstrim selama pendakian menuju puncak akan terbayar tuntas mata kami akan di manjakan dengan view yang mempesona pemandangan yang spektakuler dari bibir kawah,hembusan angin puncak dan lautan awan yang berada di bawah kaki kami seakan akan kita sedang berada di atas awan.

ngf oiopah mm

Kemudian lanjut mengelilingi kawah,kami meliaht gunung Slamet yang sedang mengepul dan pesisir laut jawa , dibutuhkan waktu sekitar 1 sampai 2 jam untuk mengelilingi kawah, tergantung bagaimana cara Anda menikmatinya.

DSC00074-1 2 mejj

Demikan cerita yang dapat kami berikan ,semoga bermanfaat untuk kawan – kawan pendaki yang akan melakukan pendakian ke gunung tertinggi di jawa barat 3078 mpdl,sampai jumpa di pendakian kami selanjutnya.

Narator : Yayan suhendar

Photo : Agus sastra

Peserta : Kukurusuk adventure :

  1. Opah Budi / Karawang theater
  2. Ko Ihwan /Saroja
  3. Yayan suhendar / PT BMJ
  4. Agus sastra / PT BMJ

Rimbun :

Yanyan CS

Advertisements

About Kang Yayan

My Home Is where the Tent is
This entry was posted in Hiking. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s